Sayangilah Orang Tua Kita

Penulis : Conan

Ada sebatang pohon mangga. Daunnya rimbun, sarat berbuah sepanjang tahun. Seorang anak kecil sangat senang bermain di pohon mangga setiap harinya. Memanjat ke puncak pohon, merayap ke dahan, dan memetik buahnya. Kemudian meluncur turun bersandar di batang pohon dan terlelap dalam kesejukan naungan daun yang rimbun. Ia mencintai pohon mangga itu dan demikian pula pohon mangga itu kepadanya.

Waktu berlalu dengan cepatnya. Anak kecil itu tumbuh menjadi remaja. Dia tidak lagi suka bermain-main dan tentunya jarang mendatangi pohon mangga itu.

Sampai suatu hari si remaja menghampiri pohon mangga dengan wajah muram. Pohon mangga menyambutnya dengan gembira:
"Mari bermain seperti dahulu".
"Saya bukan anak-anak lagi, saya sudah remaja, sudah tidak senang bermain".
"Lalu apa masalahmu. Katakanlah, mungkin saya dapat menolongmu," pohon mangga membujuk.
"Begini, saya ingin mempunyai kecapi yang merdu untuk menghibur kekasihku," si remaja ini mengutarakan kemusykilannya.
"Oh, itu mudah, petiklah buahku, kemudian juallah untuk memperoleh uang. Maka engkau dapat membeli kecapi yang merdu".

Si remaja itu bangkit semangatnya. Dipetiknya buah mangga itu sampai tak bersisa. Pohon mangga tampak gembira, karena telah mengeluarkan si remaja itu dari kesusahannya.

Suatu hari remaja itu datang lagi ke pohon mangga. Bergembiralah pohon mangga memanggilnya untuk bermain.
"Saya tidak punya waktu untuk bermain, saya telah dewasa, telah beristeri,"
ujar remaja yang telah dewasa itu.
"Lalu kesulitan apa pula, boleh jadi saya dapat menolongmu lagi," kata pohon mangga. "Begini, saya membutuhkan rumah tempat tinggal". Belum sempat pemuda dewasa itu mengakhiri kalimatnya, pohon mangga menyela:
"O, mudah pangkaslah semua dahan, dan cabang batangku, cukuplah itu untuk mendirikan rumah. Pemuda itu lalu memangkas. Maka tinggallah pohon mangga seperti tonggak, hanya batang tanpa dahan, cabang, ranting bahkan daun. Tumbuh tidak, matipun tidak.

Waktu berlalu, datanglah si pemuda itu ke pohon mangga yang sudah menjadi tonggak.
"Boleh jadi inilah yang terakhir saya minta nasihat kepadamu. Saya sudah menjelang manula. Aku ingin menikmati hari tua, berlayar di danau. Bagaimana mungkin saya mendapatkan perahu,?"
"Tebanglah batangku pada pangkalnya, buatlah perahu", kata akhir pohon mangga.

Kini pohon mangga yang dahulu berdaun rimbun, berbuah lebat, hanya tinggal akar-akarnya saja yang tersembul sedikit di atas tanah.
Musim dan tahun berganti. Laki-laki yang sudah tua renta itupun datang kembali. Yang diinginkannya hanya sekedar melabuhkan dirinya berbantalkan akar pohon mangga.

Pohon mangga ibarat kedua orang tua kita. Ketika kecil kita senang bermain dengan mereka. Tatkala dewasa, kita tinggalkan beliau berdua, hanya datang bila dianggap perlu. Padahal bagaimanapun keadaan mereka, orang tua tetap akan memberikan segalanya kepada kita. Selayaknyalah kita mendoakan kedua orang tua kita

Sumber

Menghormati Orang Tua

Oleh : Walsinur Silalahi

Ketika kita mempelajari perintah mengenai menghormati orangtua,kita akan melihat bahwa ini adalah ringkasan bagaimana Allah menginginkan kita bersikap terhadap semua orang,bukan hanya orangtua kita.(Roma 13:6-10).Selama kita bertumbuh,kita menemukan beberapa jenis otoritas lain yang juga harus kita hormati.Pada mulanya,semua manusia dimaksudkan untuk gentar kepada Allah.Dia adalah Pencipta dan Raja atas segala sesuatu dan kita harus memberi hormat dan taat secara penuh kepadaNya.Para orangtua memelihara dan melindungi anak-anak mereka.Para suami memelihara dan melindungi isteri mereka.Para raja atau penguasa memelihara dan melindungi rakyat,dan juga para pendeta dan penatua memelihara dan melindungi gereja.Orang-orang ini tdk dapat melaksanakan tugas yang diberikan Allah kepada mereka apabila mereka terus-menerus berdebat dengan orang2 yang berada dibawah otoritas mereka untuk menentukan apa yg terbaik.Jadi Allah telah memberikan otoritas kepada mereka.Orang2 yang mereka pimpin harus menghormati dan mentaati mereka.Memang orang-orang yg berkuasa tdk selalu benar.Namun selama mereka tdk memerintahkan kita untuk tidak taat kepada Allah,kita harus menghargai dan menaati mereka.Apabila kita tdk menunjukkan rasa hormat kepada pemimpin,itu berarti kita tdk menghormati Allah,yang telah menetapkan mereka menjadi pemimpin kita.(Roma 13:1-2)

Allah telah menetapkan otoritas dalam keluarga yaitu Suami mengepalai isterinya.Ia harus memelihara kehidupan sang isteri ,melindunginya,dan melakukan semua yg dapat ia lakukan untuk menolongnya bertumbuh semakin menyerupai Kristus dan mempergunakan karunia2 yg telah Allah berikan kepadanya.Isteri harus tunduk kepada suaminya.Ia harus menghormati suaminya dan melakukan apa yang diinginkan suaminya.Orangtua berkuasa atas anak-anaknya.Orangtua harus menyediakan semua yg diperlukan anak2nya untuk bertumbuh dengan tubuh,pikiran ,dan jiwa yang sehat.Mereka harus melindungi anak-anak dan melatih mereka.Anak-anak harus menghormati orangtua dan mematuhi mereka dengan segera.(Kolose 3:18-21).Didalam gereja Allah telah menetapkan para pendeta dan penatua untuk melindungi gereja dari ajaran2 sesat,guru2 palsu. Mereka mendorong umat Allah untuk mengikuti Kristus.Orang Kristen harus tunduk kepada keputusan para pendeta dan penatua gereja mereka. (Ibrani 13:17).Orang muda berada dibawah orang yg lebih tua.Anak-anak berada dibawah orangtua mereka.Orang2 yang berkuasa tdk boleh menyalahgunakan kekuasaannya.Mereka harus dengan setia melaksanakan semua tanggungjawab yg telah Allah berikan.(1 Tim 5:8 ) Perintah ini memanggil kita untuk menghormati orangtua kita,termasuk memperlakukan orang2 yang berada dibawah kita sebagaimana yang Allah kehendaki(Roma 12:10 dan Filip 2:3-4)

Sumber

Arsip

Pengguna baru

  • janniekh16
  • FrankRease
  • Content Spinning
  • StephenkEect
  • cospcolBal

Login Form